1.Gerak Tari Ronggeng bugis
    Termasuk dalam tari yang jika dilihat dari segi pola garapnya yaitu sebagai tari trdisi kerakyatan, hal ini dapat dilihat dari bagaimana bapak Handoyo (alm) menciptakan gerak-gerak yang sederhana, pola lantai yang biasa digunakan oleh tari-tari tradisi kerakyatan yaitu pola garis lengkung dan garis lurus, meskipun .Tari Rongeng Bugis sudah memiliki gerak paten, selain itu juga menitikberatkan pada keterampilan dan eksplorasi gerak penarinya secara sponta untuk lebih menunjukan sisi humor atau lucunya tari Ronggeng Bugis. Untuk menarikan Tari Ronggeng Bugis, tidak hanya bisa dalam teknis menari, tetapi lebih ditekankan juga untuk mampu membawa emosi penonton agar ikut serta dalam menikmati tarian lewat ekspresi dramatik para penari. Pola gerak yang digunakan oleh penari Ronggeng Bugis adalah gerak tari tradisi kreasi dan bukan gerakan seperti pada tari klasik. Meskipun tari Ronggeng Bugis ditarikan oleh penari laki-laki, namun gerak yang digunakan bukan gerakan yang gagah, kuat dan bervolume.
     Namun gerak dalam tari Ronggeng Bugis lebih menitik beratkan pada pola-pola gerak dengan mengandalkan kelenturan gestur tubuh dan dibuat gerak-gerak spontanitas untuk menambah kesan humor didalamnya, termasuk di dalamnya mengolah ekspresi wajah yang menghasilkan mimik lucu. Gerak-gerak yang ada dalam tari Ronggeng Bugis lebih banyak menggunakan gerakgerak maknawi yang menyimbolkan gerak-gerak sebagai seorang mata-mata.
2.Kostum Tari Ronggeng Bugis
   Terdiri dari : kain jarit batik atau motif, kebaya, kestagen/stagen, kace, boro, anting-anting mainan, bandana kembang goyang/sanggul kembang goyang. kain dan baju kebaya yang harus dipakai penari tidak harus kain batik bermotif khas Cirebon yaitu motif mega mendung. Karena untuk mengangkat kebudayaa daerah Cirebon dengan motif kain batik mega mendung maka mayoritas sanggar yang ada di Cirebon termasuk Sanggar Pringgadhing menggunakan kain batik bermotif mega mendung. Sedangkan kebaya yang digunakan juga tidak paten harus kebaya jaman dahulu, namun dengan berkembangnya zaman kebayanyapun makin bervariasi. Yang terpenting adalah motifnya yang ramai dan warnanya yang cerah karena menggambarkan seorang wanita penyamar. Busana atau kostum dan asesoris Tari Ronggeng Bugis meliputi : Kebaya berwarna terang, kain atau jarit yang bermotif bunga ataupun batik, sampur berwarna terang, kace untuk dibagian belakang, kace untuk dibagian depan, boro, sabuk, stagen, bando kembang goyang, dan anting2.t
3.Tata Rias Tari Ronggeng Bugis
    adalah rias karakter badut, rias wajah penari dibuat mencolok dengan rias wajah para penari dibuat seperti make up karakter badut atau pemain pantomim, dengan lukisan atau rias jenaka yang berkaitan dengan fungsi dan tema dari tari Ronggeng Bugis yaitu sebagai hiburan. Menurut (Jazuli 2016)
        Tata rias bagi seorang penari merupakan hal yang sangat penting. Rias juga merupakan hal yang paling peka dihadapan penonton, karena penonoton biasanya sebelum menikmati tarian selalu memperhatikan wajah penarinya, baik untuk mengetahui tokoh/ peran yang sedang dibawakan maupun untuk mengetahui siapa penarinya. Misalnya apakah penarinya tampak cantik atau gagah, apakah rias penari mencerminkan karakter peran yang sedang dilakukan, dan sebagainya. Fungsi rias antara lain adalah untuk mengubah karakter pribadi menjadi karakter tokoh yang sedang dibawakan, untuk memperkuat ekspresi, dan untuk menambah daya tarik penampilan.
      Tata rias merupakan unsur yang berperan penting dalam setiap pertunjukan tari Ronggeng Bugis. Rias badut yang terlihat mencolok dibagian wajah yang dibuat lucu dengan memakai bedak yang sangat putih dan tebal, kemudian kedua pipi dengan pemerah pipi yang mencolok dibentuk bulat, memakai lipstik berwarna merah dengan bentuk yang keluar dari garis bibir asli dan rias alis yang tidak simetris.
4. Musik Iringan Tari Ronggeng Bugis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu tarian. Musik iringan yang digunakan tari Ronggeng Bugis menggunakan iringan Improvisasi dari beberapa alat musik tradisional Cirebon. Musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Ronggeng Bugis merupakan musik eksternal, disebut eksternal karena semua musik berasal dari luar diri penari yaitu semua musik berasal dari pemain musik baik musik yang dimainkan dengan alat musik maupun dengan suara sorak-sorai para pemain musik.
        Tari Ronggeng Bugis dapat dipentaskan tidak hanya diatas panggung namun sering juga dipentaskan dalam bentuk Halaran maka alat musik yang dimainkanpun berbeda dan jumlah alat musik yang diatas panggung biasanya menggunkaan gamelan lengkap, jika dalam bentuk halaran musik yang digunakan untuk mengiringi tari Ronggeng Bugis hanya beberapa alat musik saja . Alat musik yang dimainkan berasal dari gamelan Cirebon bukan gamelan sunda, yang menggunakan laras pelog. Bunyi tabuhan musik iringan dalam tari Ronggeng Bugis ikut mewarnai dan menegaskan situasi komunikasi dengan hentakan music yang dapat membawa emosi para penari maupun penonton, karena bisa mengantarkan makna atau pesan yang ada di dalam tari Ronggeng Bugis, bunyi tabuhan yang menghentak dan semangat dapat menggambarkan dan membangkitkan jiwa heroisme bagi para penarinya.
        Berikut notasi musik pengring tari Ronggeng Bugis dan nama-nama instrumen musik pengiring yang digunakan untuk mengiringi Tari Ronggeng Bugis ialah: Bonang, kempyang, kendang sunda, gong, kempul, kecrek, klenang, dan kendang ketipung.