Sanggar
merupakan suatu sarana atau tempat yang didirikan oleh individu atau suatu komunitas
atau sekumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan belajar mengajar di luar
pendidikan formal. Sanggar Pringgadhing yang bertempat di Desa Plumbon
Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon merupakan satu-satunya sanggar yang ada di
Desa Plumbon yang bergerak dibidang kesenian, baik itu seni tari maupun seni
musik.
Sanggar
Pringgadhing mulai di dirikan pada tahun 1974 dan telah terdaftar di Depdikbud
dengan SK. No. 0968/102.18/J/1994, tanggal 11 Mei 1994. Berdirinya Sanggar
Pringgadhing berawal dari rasa cinta dan
kepedulian Handoyo (alm) terhadap kesenian daerahnya. Rasa cinta dan kepedulian
tersebut yang menjadikan motivasi keinginannya yang kuat untuk mengembangkan
serta melestarikan kebudayaan khususnya yang berasal dari daerah Cirebon.
keinginannya yang besar dan kuat itu didukung pula oleh wawasan, kamampuan,
bakat, dan keterampilannya dalam bidang seni budaya daerah setempat sejak
kecil. Setelah dewasa bapak Handoyo (alm) sekolah ke perguruan tinggi yaitu di
Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung dengan mengambil jurusan seni tari.
Setelah
bapak Handoyo meninggal pada tahun 2014, Sanggar Pringgadhing beralih
kepemimpinan yaitu oleh anaknya bapak Windu sampai saat ini tahun 2017. Dari
mulai berdirinya pada tahun 1974 hingga
sekarang tahun 2017 Sanggar Pringgadhing hanya memiliki empat pengurus yang di
dalamnya terdapat Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Pelatih.
Kegiatan
yang terdapat di Sanggar Pringgadhing yaitu terdiri dari Pelatihan, penciptaan
dan pementasan. Proses Penciptaan yang dilakukan Sanggar Pringgadhing terdapat dalam berbagai macam tari-tarian, selain tari
Ronggeng Bugis, tedapat pula tari Rongeng Munggut, tari Panyenggrama Agung,
tari Jala Sutra, tari Penyingkang, tari Sumilir Angin Kumbang, tari Jemparing,
dan masih banyak lagi termasuk gendhing setiap tarinya. Pelatihan yang
dilakukan Sanggar Pringgadhing berjalan rutin yaitu setiap satu minggu dua kali
pada hari selasa dan hari jumat. Pelatihan itu diperuntukan kepada para siswa
sekolah mulai dari TK sampai SMA. Selain jadwal latihan rutin, Sanggar
Pringgadhing juga selalu mengadakan latihan diluar jadwal latihan rutin jika
diadakan pementasan, baik pementasan di lingkungan sanggar maupun di luar
sanggar.
Pementasan
yang dilakukan Sanggar pringgadhing yaitu pada saat ulang tahun sanggar yang
dilakukan hampir setiap tahun, dan acara haul bapak Handoyo (alm). Selain itu
pementasan yang dilakukan di Gua Sunyaragi, namun pementasan di Gua Sunyaragi
tidak pasti karena melihat banyak sanggar seni yang terdapat di Cirebon.
Sanggar
Pringgadhing sudah memasuki generasi kedua. Kepemimpinan pertama dari tahun
1970-2014 diketuai oleh bapak Handoyo (alm) dan saat ini sejak tahun 2014-2019
diketuai oleh anaknya bapak Windu. Kepengurusan sanggar masih dipegang oleh
keluarga. Termasuk pelatih yang tugaskan kepada bu Ati, bu Ria, dan bu Gita.
Mereka menjadi pelatih untuk siswa dari TK-SMA.
Sanggar
Pringgadhing dari tahun berdirinya sampai tahun 2019 masih menerima siswa yang
ingin belajar kesenian tradisional Cirebon atau mengikuti pelatihan di Sanggar Pringgadhing.
Bergantinya
generasi juga dapat mempengaruhi cara kepemimpinan. Salah satu pengaruh yang
ada di kepemimpinan bapak Windu saat ini Sudah terlihat perkembangannya.
Perkembangan yang terjadi yaitu dalam bidang seni musiknya, dahulu saat masih
dipimpin oleh bapak Handoyo (alm) tidak
terdapat musik-musik modern, namun sekarang saat kepemimpinan dipegang oleh
bapak Windu terdapat studio musik yang bukan hanya ada alat-alat musik
tradisionalnya saja namun juga terdapat alat musik modern di dalamnya.
Sedangkan
dalam bidang seni tarinya, belum terdapat perubahan. Semua tari-tarian yang ada
di Sanggar Pringgadhing masih merupakan tari-tarian yang diciptakan oleh
alm.pak Handoyo. Sanggar pringgadhing setiap tahunnya melakukan acara haul
dalam rangka mengenang jasa-jasa bapak Handoyo (alm) yang telah menyumbangkan
rasa cintanya terhadap seni tradisi Cirebon dan ikut melestarikan
kesenian-kesenian tradisional di Kabupaten Cirebon.

0 Komentar