Gerak Tari Ronggeng bugis termasuk dalam tari yang jika dilihat dari segi pola garapnya yaitu sebagai tari tradisi kerakyatan, hal ini dapat dilihat dari bagaimana bapak Handoyo (alm) menciptakan gerak-gerak yang sederhana, pola lantai yang biasa digunakan oleh tari-tari tradisi kerakyatan yaitu pola garis lengkung dan garis lurus, meskipun Tari Rongeng Bugis sudah memiliki gerak paten, selain itu juga menitikberatkan pada keterampilan dan eksplorasi gerak penarinya secara spontan untuk lebih menunjukan sisi humor atau lucunya tari Ronggeng Bugis. Untuk menarikan Tari Ronggeng Bugis, tidak hanya bisa dalam teknis menari, tetapi lebih ditekankan juga untuk mampu membawa emosi penonton agar ikut serta dalam menikmati tarian lewat ekspresi dramatika para penari. Pola gerak yang digunakan oleh penari Ronggeng Bugis adalah gerak tari tradisi kreasi dan bukan gerakan seperti pada tari klasik. Meskipun tari Ronggeng Bugis ditarikan oleh penari laki-laki, namun gerak yang digunakan bukan gerakan yang gagah, kuat dan bervolume. Namun gerak dalam tari Ronggeng Bugis lebih menitik beratkan pada pola-pola gerak dengan mengandalkan kelenturan gestur tubuh dan dibuat gerak-gerak spontanitas untuk menambah kesan humor didalamnya, termasuk di dalamnya mengolah ekspresi wajah yang menghasilkan mimik lucu. Gerak-gerak yang ada dalam tari Ronggeng Bugis lebih banyak menggunakan gerak-gerak maknawi yang menyimbolkan gerak-gerak sebagai seorang mata-mata.




                                  Pro dan kontra tari ronggeng bugis

                 Tari ronggeng bugis memiliki pro dan kontra terhadap masyarakat pada suatu hari tarian ronggeng bugis mendapat kritikan pedas dari masyarakat di karenakan tarian tersebut yang tak sewajarnya di karenakan penarinya pria  di make up menyerupai se orang wanita dari situ ronggeng bugis tak dapat lagi pentas dengan seiringnya waktu dan telah menjelaskan mengapa se orang pria di mak up menjadi se orang wanita dan diri situlah warga mengizinkan lagi tari ronggeng bugis samai dengan sekarang di karenakan warga salah pengertian terhadap tari ronggeng bugis setelah di ceritakan asal muasalnya tari ronggeng bugis warga sekitar mengizinkan kembali tari ronggeng bugis sampai saat ini bahkan tari ronggeng bugis ini telah mentas di wilayah cirbon bahkan sudah pernah mendas ke luar negri