Tari sebagai repretoar (sajian pertunjukan) merupakan hasil dari proses kreatif, baik dari kreasi koreografer (orang yang mencipta tari), penari (orang yang mengekspresikan tari), dan orang yang memiliki keahlian dalam tata rupa pelengkap sajian tari. Inilah yang membuktikan tari sebagai seni kolektif, karena orang-orang yang terlibat dalam satu repertoar tari harus mampu bekerjasama secara kolektif untuk mewujudkan pertunjukan tari yang bisa memberikan kepuasan dan daya pesona kepada penonton. Terdapat elemen-elemen bentuk pertunjukan dalam tari sebagai berikut :
• Pelaku dalam seni pertunjukan, terdapat seniman pelaku dan seniman pencipta. Jumlah seniman pelaku selalu lebih banyak dibandingkan seniman penciptanya. Demikian pula halnya dalam seni tari, jumlah penari lebih banyak daripada pencipta atau penata tari. orang-orang yang terlibat dalam aktivitas tari dapat ditinjau secara tekstual (penciptaan) dan kontekstual (penyajian). Secara tekstual terdiri dari unsur penari, pengiring (musisi dan penata musik, pencipta/koreografer 17 (creative actrist), dan kelengkapan pendukung sajian tari. Secara kontekstual terdiri dari penyelengara (biasanya berbentuk kepanitiaan atau pengurus), pengguna (apresiator dengan berbagai jenisnya), pendukung (semua yang terlibat dalam pertunjukan tari), dan penunjang (sarana prasarana dalam tari). Dalam koreografi adanya keterkaitan atau hubungan antara penata tari (koreografer) dan penari yang dapat menentukan keberhasilan suatu pertunjukan tari. Seorang penata tari dan penari harus saling memahami fungsi dan perannya sendiri-sendiri. Koreografer adalah seorang penata, penyusun, atau menggarap keseluruhan komposisi tari. Berbeda dengan seorang penari, aktivitas seorang penari menggantungkan tubuhnya sendiri sebagai satusatunya alat berekspresi, artinya dengan tubuhnya sendiri ia dapat menghasilkan gerak . Jadi setiap tarian pasti memiliki fungsi dan tujuannya, kemudian berkaitan pula dengan alasan mengapa tarian ini diciptakan, dan akan dijadikan tarian seperi apa, dan berapa jumlah penarinya.
• Gerak adalah pertanda kehidupan. Reaksi pertama dan terakhir manusia terhadap hidup, situasi dan manusia lainnya dilakukan dalam bentuk gerak. Perasaan puas, kecewa, cinta, takut, dan sakit selalu dipahami lewat perubahanperubahan yang halus dari gerakan tubuh kita. Hidup berarti bergerak dan gerak adalah bahan baku tari.Gerak merupakan unsur utama dalam tari, yang di dalamnya mengandung unsur tenaga, ruang, dan waktu. Maksudnya adalah untuk menimbulkan gerak yang indah dan mempunyai kekuatan sehinga mampu 18 mengubah suatu sikap dari anggota tubuh. Perubahan sikap yang terjadi dikatakan gerak dalam seni tari yaitu merupakan hasil proses pengolahan dari gerak yang telah mengalami stilisasi atau pengolahan gerak. Gerak tari muncul karena ada tenaga yang menggerakkan, dan tubuh manusia sebagai alat (instrument) untuk bergerak. Gerak ditinjau dari penggunaan tenaga (penyebab gerak) mencakup intensitas, aksen atau tekanan, dan kualitas. Intensias adalah banyak sedikitnya tenaga yang digunakan dalam sebuah gerak. Aksen atau tekanan adalah bagian-bagian titik gerakan yang terjadi karena penggunaan tenaga yang tidak rata, artinya ada gerakan yang mengunakan tenaga sedikit ada pula yang banyak. Kualitas gerak dapat dibedakan antara lain atas yang bersifat ringan atau berat, lepas atau berbatas jelas, serba menghentak cepat, langsung atau tidak langsung dalam menuju titik akhir dari frase gerak. Ketiga elemen gerak yaitu tenaga, ruang dan waktu tidak pernah terpisah dalam gerak tubuh. Ketiganya terangkai secara khas sebagai penentu “kualitas gerak” Gerak dalam tari dikategorikan menjadi dua yaitu gerak maknawi dan gerak murni. Gerak maknawi adalah gerak yang mengungkapkan makna secara eksplisit dan mengandung suatu arti. Contohnya gerak orang bercermin, menangis, dan gerak-gerak tari dalam aktivitas sehari-hari seperti aktivitas nelayan dan masih banyak gerak-gerak maknawi lainnya. Gerak murni adalah gerak yang fungsinya hanya untuk keindahan semata dan tidak memiliki arti apapun atau maksud tertentu. Gerak murni tidak memiliki arti khusus dan hanya sebagai penghias dan pengindah dalam tarian. Tata Busana dan Kostum Kostum tari yang baik bukan sekedar berguna sebagai penutup tubuh penari, tetapi merupakan pendukung desain keruangan yang melekat pada tubuh penari. Kostum tari mengundang elemen-elemen wujud, garis, warna, kualias, tekstur dan dekorasi. Kostum tari dapat menampilkan ciri-ciri khas suatu bangsa atau daerah tertentu dan membantu terbentuknya desain keruangan yang menopang gerakan penari.
• Tata busana tari, semula pakaian yang dikenakan oleh para penari adalah pakaian sehari-hari. Dalam perkembangannya, pakaian tari telah disesuaikan dengan kebutuhan tarinya. Fungsi busana tari adalah untuk mendukung tema atau isi tari, dan untuk memperjelas peran-peran dalam suatu sajian tari.
• Tata Rias Tata rias bagi seorang penari merupakan hal yang sangat penting. Rias juga merupakan hal yang paling peka dihadapan penonton, karena penonoton biasanya sebelum menikmati tarian selalu memperhatikan wajah penarinya, baik untuk mengetahui tokoh/peran yang sedang dibawakan maupun untuk mengetahui siapa penarinya.
• Musik iringan Secara tradisional erat sekali hubungan musik dengan tari. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu dorongan atau naluri ritmis manusia. Selain sebagai sarana ekspresi, suara manusia juga dapat membangkitkan rangsangan 21 gerak pada tubuh manusia itu sendiri. Dalam bentuk awalnya iringan tari datang dari diri si penari sendiri (internal) tetapi dalam perkembangan lebih lanjut iringan tari sering datang dari luar tubuh penari (eksternal) atau dilakukan oleh orang lain (pemusik). Musik dan tari merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainya. Semula manusia menggunakan suaranya dengan teriakan, jeritan dan tangisan guna mengungkapkan perasaannya, seperti perasan gembira, takut, terharu, marah, dan sebagainya.
• Tempat Pertunjukan Setiap pertunjukan seni pasti membutuhkan waktu dan tempat untuk menampilkan sebuah pertunjukan seni itu sendiri. Pada tempat-tempat terbuka kita bisa menyaksikan pertunjukan tari yang diselenggarakan di halaman pura-pura Bali, pertunjukan tari tradisional di lingkungan rakyat sering dipergelarkan di lapangan terbuka, seperti bentuk seni pertunjukan di daerah pedalaman Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, Maluku senantiasa diadakan di tempat-tempat terbuka. Lain halnya di kalangan bangsawan Jawa, pertunjukan kesenian sering diadakan di pendapa, yaitu suatu bangunan yang berbentuk joglo dan bertiang pokok empat, tanpa penutup pada sisi-sisinya.
• Apresiator Apresiator adalah penikmat seni yang berasal dari kalangan seniman, kritikus, Maecenas atau patron, pecinta seni, ahli seni, guru seni, dan warga masyarakat umumnya.

0 Komentar