Tata Rias Tari Ronggeng Bugis adalah  rias karakter badut, rias wajah penari dibuat mencolok dengan rias wajah para penari dibuat seperti make up karakter badut atau pemain pantomim, dengan lukisan atau rias jenaka yang berkaitan dengan fungsi dan tema dari tari Ronggeng Bugis yaitu sebagai hiburan. Menurut (Jazuli 2016) Tata rias bagi seorang penari merupakan hal yang sangat penting. Rias juga merupakan hal yang paling peka dihadapan penonton, karena penonoton biasanya sebelum menikmati tarian selalu memperhatikan wajah penarinya, baik untuk mengetahui tokoh/ peran yang sedang dibawakan maupun untuk mengetahui siapa penarinya. Misalnya apakah penarinya tampak cantik atau gagah, apakah rias penari mencerminkan karakter peran yang sedang dilakukan, dan sebagainya. Fungsi rias antara lain adalah untuk mengubah karakter pribadi menjadi karakter tokoh yang sedang dibawakan, untuk memperkuat ekspresi, dan untuk menambah daya tarik penampilan.

Tata rias merupakan unsur yang berperan penting dalam setiap pertunjukan tari Ronggeng Bugis. Rias badut yang terlihat mencolok dibagian wajah yang dibuat lucu dengan memakai bedak yang sangat putih dan tebal, kemudian kedua pipi dengan pemerah pipi yang mencolok dibentuk bulat, memakai lipstik berwarna merah dengan bentuk yang keluar dari garis bibir asli dan rias alis yang tidak simetris. Sehingga rias wajahnya terlihat lucu, mengelitik yang akan mengundang gelak tawa bagi para penonton yang melihatnya.

Dalam acara Jaka Rara Kota Cirebon 2017 yang dilaksanakan di Hotel Swissell pada tanggal 21 Mei 2017 lalu Sanggar Pringgadhing menampilkan tari Ronggeng Bugis dengan enam penari dengan make up yang digunakan ialah rias karakter badut. Perlu diketahui bahwa riasan wajah dalam tari Ronggeng Bugis, berapapun penarinya dalam setiap pementasan, pasti menggunakan rias karakter badut pada setiap penarinya dengan rias yang berbeda dibagian garis-garis dibagian mata, garis-garis dibagian mulut dan tahi lalat buatan, itu tidak menunjukan perbedan karakter atau adanya tokoh dalm setiap penari, namun rias wajh ini hanya untuk menunjang penampilan agar kesan lucu dan humor tari Ronggeng Bugis semakin kuat dan lebih muncul.

Tertarik dengan segala sesuatu yang sedikit provokatif namun menghibur? Mungkin Ronggeng Bugis atau Tari Telik Sandi bisa menjadi pilihan kesenian selama kunjungan Anda di Cirebon. Ronggeng Bugis adalah pertunjukan tari komedi yang diperankan oleh laki-laki dengan memakai busana wanita. Yang dimaksud dengan busana wanita di sini pun bukanlah busana dengan tata rias yang cantik, akan tetapi lebih mendekati busana mirip badut yang mengundang gelak tawa.

Ronggeng Bugis adalah satu jenis kesenian tradisional Cirebon. Merupakan seni pertunujukan rakyat untuk menghibur penonton dengan tarian dan ekspresi penuh dengan kejenakaan, mengundang tawa bagi yang menyaksikannya. Ronggeng Bugis dikenal juga dengan nama Tari Telik Sandi. Secara harfiah nama kesenian ini terdiri dari dua kata yaitu ronggeng dan bugis. Secara umum pengertian ronggeng adalah penari wanita atau tondak primadona sebagai teman menari, misalnya pada Tari Tayub. Di Cirebon ada juga seni pertunjukan rakyat yang penarinya adalah monyet yang disebut dengan ronggeng kethek (ledek munyuk), tarian monyet yang jenaka yang meniru gerak-gerik manusia. Namun yang dimaksud ronggeng dalam Ronggeng Bugis ini adalah penari pria yang berbusana wanita. Yang dimaksud dengan busana wanita disini pun bukanlah busana dengan tata rias yang cantik, akan tetapi lebih mendekati kepada busana mirip badut yang mengundang gelak tawa.

Pada wayang Cirebon, ada sebuah wayang dengan tipe sepasukan prajurit perang yang disebut Krodhan Bugis yang maknanya adalah sepasukan prajurit Bugis yang menakutkan bagi musuh. Kata Bugis juga berarti makanan khas tradisional berwarna hijau, yang terbuat dari ketan dan enten (kelapa yang diberi gula jawa) berbentuk seperti nagasari/pipis. Makanan ini teman koci, sehingga disebut bugis koci. Makanan ini merupakan kuliner Cirebon yang menyertai upacara-upacara adat Cirebon atau kenduri. Pengertian bugis disini adalah nama salah satu suku bangsa di negeri kita yang mendiami daerah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Dengan Demikaian, pengertian Ronggeng. Tarian ini berasal dari Bugis.

Pada saat Pangeran Walangsungsang Cakrabuana membuka Cirebon pada Tahun 1448 Masehi, jumlah warga masyarakat yang tela menjadi pribumi di Cirebon sebanyak 346 orang, dengan perincian 196 orang Sunda, 16 orang Sumatera, 4 orang Semenanjung Malaya, 3 orang dari Siam (Thailand), 11 orang Arab, 6 orang dari Cina, 106 orang dari Jawa, 2 orang dari India, 2 orang dari Iran.

Pada tahun 1482 Masehi, Sunan Gunung Jati menyatakan kemerdekaan negara Cirebon, yang terlepas dari kekuasaan Maharaja Pakuan Pajajaran. Pada saat itulah negara Cirebon mempunyai sepasukan Telik Sandi (prajurit Sandi Yuda) yang melakukan kegiatan spionase di wilayah Pajajaran untuk mengetahui reaksi dari pernyataan kedaulatan penuh Negara Islam Cirebon. Pasukan telik sandi ini adalah pasukan yang anggo yang terdiri dari orang-orang yang berani, bermental kuat, cerdas serta pandai menyamar. Menurut sumber tradisi lisan, dalam perjalan waktu yang panjang, kerajaan Cirebon dibantu oleh prajurit-prajurit Bugis, baik di era Galuh, masa Portugis, maupun masa Kolonial.

Waditra yang dipakai Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, Kecrek. Ronggeng Bugis dikatagorikan kesenian ider-ideran/iring-iringan/heleran, yang biasa dipakai sebagai peserta pawai keliling kota, namun bisa juga ditampilkan pada panggung yang terbatas. Wajah penari dirias secara jenaka, memakai gelungan kecil dan bunga. Kostum terdiri dari kebaya berwarna menyala, terkadang memakai rompi dan kain batik dodot yang diikat dengan stagen. Atau menggunakan variasi lain dengan penampilan yang mencolok yang mengundang gelak tawa.

Keunikan yang sangat sangat unik dan sungguh membuat orang menjadi tertawa ter bahak bahak pada saat pertunjukan di mulai di panggung apalagi bersama keluarga besar kita, mungkin cukup melihat tarian ronggeng bugis semua keluarga kita senang. Disisi lain tata rias nya pun sangat lucuh dan bagus jadi penonton tidak merasa bosan dengan pertunjukan tari ronggeng bugis ini Wajah penari dirias secara jenaka, memakai gelungan kecil dan bunga. Kostum terdiri dari kebaya berwarna menyala, terkadang memakai rompi dan kain batik dodot yang diikat dengan stagen. Atau menggunakan variasi lain dengan penampilan yang mencolok yang mengundang gelak tawa.

Persebaran suku Bugis pada masa berikutnya menjadi suatu komunitas yang menghuni sebagian besar wilayah selatan dari Pulau Sulawesi. Suku Bugis berkembang juga bersama dengan bahasa, aksara, dan pemerintahan monarki masingmasing sama dengan suku Makassar yang mendiami daerah paling selatan Pulau Sulawesi. Beberapa kerajaan pernah terbentuk dan menjadi besar seperti Kerajaan Luwu, Bone, Soppeng, Wajo, Suppa dan Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Baru. Daerah peralihan antara Bugis dan Makassar adalah Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Polmas (Kabupaten Polmas dan Mandar sekarang masuk wilayah Provinsi Sulawesi Barat).